August 29, 2025
Patuh Lodaya Digelar di Garut

Garut, Jawa Barat – Polres Garut kembali menggelar Operasi Patuh Lodaya 2025, yang berlangsung pada pertengahan Juli. Tidak hanya menindak pelanggaran, operasi kali ini lebih mengedepankan pendekatan edukatif agar masyarakat dapat lebih sadar tertib di jalan.


🎯 Fokus Edukasi & Kesadaran Berkendara

Sejak dibuka lewat apel gelar pasukan oleh Kapolres AKBP Rohman Yonky Dilatha, operasi ini didukung sekitar 1.500 personel dari Polda Jabar dan Polres Garut, disebar di berbagai titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalin.

Polisi secara aktif membagikan helm SNI gratis, brosur keselamatan, dan memberikan penjelasan langsung kepada pengendara—baik yang tertib maupun yang melanggar.

Kapolres menegaskan pentingnya membangun kesadaran bukan hanya ketakutan. Sanksi pelanggaran ditempuh dengan pendekatan teguran dan edukasi, bukan semata tilang .


📊 Hasil & Temuan Lapangan

  • Hingga akhir operasi (14–28 Juli 2024), tercatat 4.317 pelanggaran ditindak dengan teguran edukatif menggunakan ETLE mobile dan tilang manual untuk pelanggaran serius.

  • Pelanggaran paling umum: tidak memakai helm SNI, knalpot bising, pengendara di bawah umur, melawan arus, dan berkendara tanpa surat lengkap.


🛡 Dampak Sosial & Harapan

  • Kasat Lantas Iptu Aang Andi Suhandi menyampaikan bahwa edukasi langsung ke pelajar—terutama menyasar sekolah-sekolah—diharapkan meningkatkan kesadaran sejak dini tentang keselamatan berlalu lintas.

  • Pendekatan ini diyakini mampu menurunkan angka kecelakaan dan membuat pengendara sadar akan risiko, bukan semata takut pada hukum.


✅ Rangkuman & Harapan Kedepan

Tujuan Upaya
Menguatkan budaya tertib lalin Edukasi langsung lewat bagi-bagi helm & brosur, dialog, dan sosialisasi ke sekolah
Menekan angka pelanggaran & kecelakaan Penindakan pelanggaran berat, dengan sanksi manual/ETLE
Meningkatkan citra positif polisi Menjalin komunikasi empatik untuk menumbuhkan kepercayaan publik

Operasi Patuh Lodaya di Garut membuktikan bahwa penegakan hukum tidak harus represif, namun bisa lebih humanis dan mendidik. Ke depan diharapkan warga semakin paham aturan, cinta keselamatan, dan terjalin hubungan positif antara polisi dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *